Kalau Berbuka Puasanya Sama yang Manis-Manis Makan Permen Boleh Enggak

berbuka puasa dengan yang manis

Menjelaskan puasa pada anak itu tak mudah, dari soal sahur hingga berbuka sama yang manis-manis. Anak semata wayang saya yang berumur 7 tahun baru memulai belajar puasa. Puasa sesungguhnya dari sahur hingga berbuka.

Sejak hari pertama Ayah dan Ibunya mengajak sahur. Kami jelaskan kalau sahur itu diperlukan, biar kuat tidak makan dan minum sampai berbuka. Apakah anak saya mengerti? Enggak mengerti semudah itu. Gampangnya ya bilang saja biar kenyangnya terasa sampai sore. Itu lebih dipahami, dan taraaa… Berhasil membuatnya makan lebih banyak. Alhamdu… lillahhh….

Hingga pertengahan bulan puasa Ramadhan ini, si kecil berhasil belajar puasa. Iya berhasilnya buat dia enggak makan siang doang. Selebihnya soal minum dan jajan ya seperti biasa, teteppp aja. Paling enggak, dia mulai paham kalau orang puasa itu tidak melakukan makan siang.

Kami pelan-pelan mengajarkan pula, kalau orang puasa sebanarnya enggak boleh minum siang-siang. Jawaban Arden adalah… “Kan haus ya bu, kalau enggak boleh minum mah. Kalau enggak boleh makan ya enggak apa-apa deh,” Ini sih seperti siasat anak kecil supaya enggak disuruh makan siang.

Baca juga:

Kok Ayah Nanya yang Aku Sudah Tahu Sih?

Pengen Punya Skateboard Tetapi Anak Malah Beli Lego

Mengajar Anak tentang Puasa dengan Berbuka Sama yang Manis pun Enggak Semudah Ngomongnya

Sebagai orang tua, saya senang si anak kecil mengerti pelan-pelan tentang puasa. Belajarnya emang pelan-pelan saja, kalau kebanyakan pun ndak bakal ngerti dengan mudah. Nah proses belajar berpuasa ini melibatkan semua orang di rumah. Ayah dan Ibu berperan besar dalam proses belajar ini.

Ayah harus bertindak sebagai petugas yang membangunkan sahur sembari membantu ibu memasak. Si kecil ya terlibat dalam menyiapkan hidangan sahur. Makan sahurnya ya bareng-bareng dong. Biar ngobrol satu sama lain, antara orang tua dan anak.

Dia memperhatikan kami dalam melakukan sahur, menjalankan puasa sehari-hari, dan berbuka puasa. Anak itu tampaknya belajar dari apa yang didengar, dilihat, dan dibicarakan orang tuanya. Ketika Ayah dan Ibunya bercerita tentang menu berbuka puasa. Arden ikut nimbrung, misalnya ngajak berbukanya di restoran, di rumah, atau malah pergi ke mall.

Suatu kali, saya jelaskan ke Arden kalau berbuka itu baiknya dengan yang manis-manis. Mata Arden langsung berkilau-kilau. “Jadi boleh berbuka puasa dengan permen dong, yah?” Saya terkesiap. “Eh bukan gitu juga. manis juga mengenyangkan, seperti kolak pisang dan es buah,” memberi jawaban yang bisa dimengerti. “Tapi habis itu boleh makan permen?” Tetap saja kepikiran makan permen.

Momen berbuka puasa adalah waktu yang tepat untuk bersama. Setelah itu pulang kerja dan makanan berbuka siap dihidangkan. Si kecil pun diminta berdoa. “Allahumma lakasumtu wa bika…” Eh yang baca jangan ikutan berdoa juga. Emangnya mau berbuka dari sekarang?

Yap, Arden juga belajar tentang doa berpuasa. Ayah dan Ibu bersikap menangkup kedua tangan dan mengucapkan amin setelah berdoa. Alhamdulillah… Jangan lupa salat berjamaah ya setelah berbuka.

Puasa itu… Apa sih?

Jadi kalau Arden ditanya orang dia puasa atau enggak. Dia pasti menjawab, “Aku puasa.” Meski, puasanya dalam tahap belajar. Kalau dia mau minum siang-siang ya ndak apa-apa. Mau jajan tak mengapa. Satu yang pasti, Arden belajar puasa dan berbuka puasanya sama yang manis-manis hingga tulisan ini dimuat di blog.

Puasa bagi si kecil di rumah ya bukan seperti puasanya orang dewasa sesuai ajaran agama. Arden puasanya ya puasa belajar. Dia bisa mengerti pelan-pelan tentang puasa ya Alhamdulillah. Tugas Ayah dan Ibu adalah mengajarkannya hingga dia mengerti lebih jauh lagi suatu saat nanti dan berpuasa tanpa dipaksa-paksa.

Comments

  1. Nova

    Saya punya anak laki-laki ..usia 4 tahun belum diajarkan berpuasa.., mungkin ini jadi acuan saya..ntar dikenalin pelan-pelan ya..misal boleh minum ..tapi gak makan siang…, Biar gak kaget..hehehehe..

    Berbuka dengan yg manis mungkin bisa di fokuskan buka dengan kurma…itu lebih pas…,

    1. Post
      Author
      admin

      Iya mba, anak saya sebelumnya enggak pernah belajar puasa. Diajarkan 7 tahun, karena dia lebih mengerti apa yang orang tuanya ajarkan. Iya makan kurma lebih tepat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *