Tetapi Kan Yah Kupu-Kupu itu Binatang Perempuan

kupu-kupu itu binatang perempuan

Setelah 7 tahun berlalu, Arden mulai belajar memahami tentang laki-laki dan perempuan, termasuk tentang kupu-kupu itu binatang perempuan. Alasannya corak warna-warni yang ngjreng membuat menyimpulkan itu warna perempuan.

Sedangkan Ayahnya tak pernah mengajarkan seperti itu. Semua warna adalah tentang laki-laki dan perempuan. Sayangnya Arden tak begitu, dia mulai tak mau memakai baju pink keluar rumah. Kalau sudah begitu, diakalin pakai baju warna kuning atau merah cerah. Sayangnya, dia pun mulai menolak kedua warna tersebut.

Arden mungkin belajar tentang warna laki-laki dan perempuan dari sekolah. Ketika dia mulai berteman dengan banyak perempuan. Dia mungkin melihat perbedaan warna pakaian antara teman laki-laki dan perempuan. Hingga… perkara warna membuatnya tak mau mengenakan jaket merah bercorak bintang-bintang bekas punya tetehnya (sepupu perempuan).

“Pokoknya Ade enggak mau Yah, itu jaketnya punya perempuan,” Suatu kali jaket merah yang dipakannya langsung dilepas dan meminta jaket biru seragam Sekolah Alam Indonesia.

Rupanya masalah warnah ini mulai merembet pada baju yang dikenakannya. Warna identik “perempuan” mulai tak mau dikenakannya keluar rumah. Kalau di dalam rumah sih, tak soal pakai baju merah cerah dan pink sekalipun. Kalau keluar berganti baju biru atau putih atau warna yang enggak ngejreng.

Sesungguhnya aku tak setuju anak-anak dikenalkan “warna laki-laki” dan “warna perempuan”

Pebedaan warna laki-laki dan perempuan itu bukan lahir dari naluri manusia. Tetapi dari kebiasaan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dalam menilai warna. Seperti ketika anak perempuan senang warna pink, ya karena orang tuanya membiasakan si kecil dengan warna tersebut.

Dampak lebih jauh persoalan warna ini adalah anak laki-laki akan membedakan dirinya dengan perempuan. Arden mulai tak mau dirinya dianggap seperti teman-temannya yang perempuan oleh si kecil.

Padahal, ruang bermainnya sama, sekolahnya sama, pembelajaran sama, hanya para orang tuanya saja yang membuat dunia perempuan dan laki-laki itu berbeda. Bahkan, kupu-kupu pun sampai dibilang binatang perempuan.

Kamu mungkin salah satu orang tua tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *