Wahai Ayah, Tolong Letakkan Handphone Ketika Bersama Anak

letakkan handphone ketika bersama anak

Ayah juga ternyata banyak menghabiskan waktu bermain handphone dan tolonglah letakkan handphone ketika bersama anak.

Orang tua justru terlalu menghabiskan waktunya dengan perangkat layar sentuhnya dibandingkan memperhatikan anaknya. Dari mengecek media sosial, e-mail, hingga membuka permainan.. Ketahuilah, hal tersebut bisa mengganggu hubungan Ayah dengan anak.

Seorang peneliti yang fokus pada perkembangan anak, Dr. Jenny Radesky memperhatikan betapa sering orang tua mengabaikan anak-anak mereka.

Bahkan, Radesky melihat ada seorang ibu mendorong kereta sambil bermain handphone tanpa melihat bayinya.  Dia tampak lebih asyik menonton video di YouTube daripada memperhatikan anaknya.

Baca juga : Secangkir Teh Manis Pengingat Rindu Tentang Bapak

Letakkan Handphone Ketika Bersama Anak Karena Mereka Butuh Perhatian Orang Tuanya

Radesky memutuskan untuk mempelajari tingkah laku orang tua kepada anaknya saat bermain handphone. Di Boston Medical Center, dia dan dua peneliti lainnya menghabiskan satu musim panas untuk mengamati 55 kelompok orang tua dan anak-anak yang berbeda yang makan di restoran cepat saji.

Mereka melihat banyak orang tua mengeluarkan handphone mereka dan lebih sering menunduk tanpa memperhatikan anak mereka.

Pengamatan antropologis tersebut membuat catatan lapangan yang rinci. Ada 40 dari 55 orang tua menggunakan smartphone selama makan. Menurutnya temuan tersebut membuktikan bahwa terjadi kesalahan pengasuhan orang tua. Mereka tampak lebih menyayangi gadget dibandingkan buah hati mereka.

Padahal, anak belajar berhubungan dengan orang lain dari orang tua. Anak-anak memperhatikan sikap orang tua dari cara berbicara dan melihat ekspresi wajah. Ketika tidak ada interaksi tatap muka, maka anak kehilangan satu tahap pembelajaran bagaimana membangun hubungan dengan orang lain.

Handphone Bisa Mengganggu Hubungan Orang Tua dengan Anak

Psikolog Catherine Steiner-Adair menulis sebuah buku tentang pengasuhan anak. Buku dengan judul The Big Disconnect: Melindungi Hubungan Anak dan Keluarga di Era Digital. Dia memaparkan perilaku orang tua, remaja dan anak-anak muda dalam praktik klinisnya di Massachusetts.

Ia berpendapat reaksi ayah terhadap ketiga anak laki-laki yang ingin diperhatikan. tetapi nyatanya malah sibuk dengan handphonenya. Orang tua malah tersinggung saat anak minta diperhatikan dan menyuruh untuk diam.

Ketika orang tua fokus pada dunia maya  dan lupa letakkan handphone ketika bersama anak-anak. Hal tersebut akan berdampak pada kondisi emosional yang mendalam bagi anak.

Pada penelitian yang dituliskan di bukunya, Steiner-Adair mewawancarai 1.000 anak-anak berusia antara 4 dan 18 tahun. Ia menanyakan tentang penggunaan Smartphone orang tua mereka. Hasilnya adalah anak-anak mengungkapkan rasa “sedih, marah dan merasa kesepian.

Bahkan, seorang anak berusia 4 tahun menyebut smartphone ayahnya sebagai “telepon bodoh”. Ada pula anak yang merasa kesal dan membuang handphone milik orang tuanya ke toilet,di masukkan oven dan menyembunyikannya.

Steiner-Adair mengatakan bahwa orang tua tidak mengetahui secara persis berapa momen dalam hidup yang bisa mempengaruhi anak dalam jangka panjang. Orang tua disarankan untuk berpikir dua kali sebelum menggunakan handphone saat mereka bersama anak-anak mereka.

Baca juga : Kado Ulang Tahun untuk Istri yang Membuatnya Makin Cinta Kepada Ayah

Ayah Pasti Bisa Letakkan Handphone Ketika Bersama Anak

Sebetulnya orang tua bisa kok tidak hidup tergantung dengan handphone. Caranya dengan membangun interaksi yang lebih sering dengan anak-anak. Ketika berada di rumah, upayakan sebisa mungkin untuk mematikan semua perangkat elektronik.

Sehingga, waktu bersama anak tidak teralihkan begitu saja. Cobalah untuk bertanya kegiatan yang dilakukan anak di sekolah dan ketika berada di rumah. Buat anak merasa yakin bawah orang tua mereka tetap peduli kepada anak walaupun sibuk berkerja seharian di kantor.

Ingatlah Ayah dan juga Ibu, ada anak yang butuh disayangi dan diperhatikan sepenuh hati. Kalau waktumu sudah habis seharian di kantor, kenapa tidak menyisakan sedikit sisanya untuk bercengkerama dengan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *