Mengenalkan Pelakor Kepada Anak Kita

mengenalkan pelakor kepada anak

Sadarilah Ayah mengenalkan pelakor kepada anak itu sangat mudah, bahkan bisa dilakukan dari dalam rumah Anda.

Saya menjadi berpikir kalau akses menonton acara sinetron, akses youtube yang ada acara tipinya, sama ngobrolin gosip harus dibatasi. Kalo bisa jangan ditonton. Karena sangat berpengaruh pada anak-anak. Contohnya anak saya.

Arden : Ayah, pelakor teh apa?

Ayah : Ibu-ibu suka sama Ayah orang lain?

Arden : Oh, kirain teh Ibu-Ibu suka minjem Ayah orang lain.

Ayah : Minjem??? Emangnya Mobil-Mobilan Tobot dipinjem segala?

Ayah: Kamu tahu dari mana pelakor?

Arden: Itu barusan nonton tipi sama Antonio di rumahnya.

Ayah: Nonton apa?

Arden: Katanya gini ya, Artis B… Diduga sebagai pelakor.

Ayah: Ya Amppuuun… Acara gosip?

Arden: Acaranya yang ngomong tante-tante gitu. 

Pertanyaan Arden sungguh enggak diduga. Anak enam tahun kok ngomongin pelakor. Mau jadi generasi masa depan macam apa dia.

Meski tipi dirumah sudah dibiarkan dalam keadaan rusak, akses youtube dibatasi, dan enggak boleh akses internet sendiri, anak tetap saja ya, anak bisa terpapar berita ndak bener. Dia bisa dapat informasi yang “aneh-aneh” dari mana saja. Ya itu salah satunya dari rumah temannya.

Ternyata Sangat Mudah Mengenalkan Pelakor Kepada Anak Kita

Tontonan televisi sangat memperngaruhi anak-anak dan membuat saya sadar ternyata sangat mudah mengenalkan pelakor kepada anak-anak kita. Istilah-istilah yang seharusnya jauh-jauh dari telinga anak-anak. Kalo dia tahu kepanjangannya kan gawat juga.

Kalo saya sih, dia nanya saya jelasin maksudnya. Biar dia enggak merasa dibohongin suatu saat nanti. Tapi enggak perlu dijelasin detail. Lah dia enggak bakal ngerti juga. Anak enam tahun kok ngomongin pelakor.

Untuk menghindari bias-bias istilah tak ramah kuping anak itu, maka saya sangat bersyukur tipi di rumah rusak. Karena acara gosip kerap kali menjadi tontonan “ramah mata” setiap hari. Tips biar enggak nonton acara begituan, ya biarin aja tipi rusak enggak usah dibenarin.

Hal yang paling diwanti-wanti juga, jangan sampai internet yang malah mempengaruhi pikiran anak-anak. Maka dari itu, akses internet hanya terbuka saat ada Ayah dan Ibu disampingnya. Kalo ndak dalam pegawasan mending matikan wifi atau sambungan internet di hape.

Anak mungkin nangis, tetapi lebih baik, daripada dia jadi tahu istilah yang tidak ramah kuping anak itu. Maka dari itu, mengertilah pelakor tidak hanya ada di luar rumah. Tapi dia bisa masuk ke rumah Anda melalui tontonan tipi terutama acara pergosipan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *