Karena Kamu Bukan Anak Sembarangan: Mengajari Anak Tidak Buang Sampah Seenaknya

mengajari anak tidak buang sampah sembarangan

Bagi saya mengajari anak tidak buang sampah seenak’e dewe dengan memberi contoh serta pengertian. Dari kecil, anak semata wayang Ayahblogger sudah belajar membuang sampah ya di tong sampah bukan di jalanan begitu. Tetapi acapkali anak itu sendiri akan heran, ternyata apa yang diajarkan padanya tidak berlaku pada semua orang.

Apalagi dia melihat sendiri di depan matanya, seorang anak buang sampah sembarangan persis ketika bersama kedua orang tuanya. Maka pertanyaannya adalah…. Kok dia dibolehin buang sampah semabarangan?

Arden: Lihat tuh yah…
Ayah: (Sampah ngegeletak). Iya sampah siapa itu?
Arden: Itu anak itu, yang sama Ayah dan Ibunya. Kok dibolehin buang sampah sembarangan gitu.
Ayah: Kok gitu ya.
Arden: Kalo Ade buang sampah malah disuruh ambil lagi bawa pulang ke rumah.
Ayah: Kamu tahu enggak akibatnya buang sampah.
Arden: Kotor yah…
Ayah: Ya udah, jawabannya kamu kan tahu. Terus apalagi?
Arden: Karena aku bukan anak sembarangan. Maka haram buang sampah sembarangan.
Ayah: Pintar. tos dulu…

Ketika Anak Buang Sampah Sembarangan Ya Suruh Ambil Lagi dan Bawa Pulang

Saya juga mengerti tidak mudah menerapkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Butuh waktu. Memberi pengertian. HIngga dia tahu apa dampak dan manfaatnya.

Suatu kali Arden pernah buang sampah di jalanan. Saya sempat enggak ngeh. Tahu-tahu sampah plastik yang dipegangnya sudah ndak ada. Lalu melirik ke arahnya, “Kamu buang ke mana sampah tadi?” Kalo sudah ditanya begitu, anak saya akan ciut nyali. Karena akan diiringi pertanyaan berikutnya, “Kamu tahu kan, kenapa tidak buang boleh buang sampah seenaknya?”

Maka dia akan menunduk, “Iya yah, aku bukan anak sembarangan.” Dia mulai mengerti anak yang baik tidak membuang sampah di mana saja. Tidak boleh. Kalau enggak ya dia jadi “anak sembarangan” juga. Kayak sampah yang dia buang.

Daaan… Itu efektif banget. Di manapun, kapanpun, dalam keadaan apapun, kalau tidak ada tong sampah, maka sampah dibawa pulang ke rumah. “Haram hukumnya membuang sampah sembarangan,” peraturan yang selalu diulang-ulang untuk anak umur enam tahun ini.”

Problem Anak Buang Sampah Sembarangan Mungkin Berasal dari Didikan Orang Tua

Bukan sekali dua kali, anak saya melihat anak lainnya buang sampah saat bersama orang tuanya. Dibiarkan saja. Tidak dimarahi. Hingga sampah terombang ambing ke sana ke mari mengotori jalanan.

Saya pikir perilaku anak buang sampah sembarangan karena Didikan orang tuanya. Kalo orang tua tidak pernah marah dengan perilaku itu, anak mungkin menilai ya memang buang sampah di jalan, di sekolah, bahkan mall sekalipun itu biasa aja. Bukan masalah.

Saya tentu tidak mau anak saya menilai begitu. Maka saya memberi contoh, menunjukkan caranya, memberinya pengertian, dan tetap bawa sampah ke rumah kalau tidak ada tong sampah.

Hasilnya, anak tidak buang sampah dan seringkali membawanya pulang. Mau itu sampah anorganik maupun sampah organik. Prinsipnya jangan mengotori. Jangan coba-coba. Tanpa orang tuanya dia pun akan melakukannya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Comments

  1. Himawan Sant

    Bagus, mas .. sedari kecil anak wajib diajarkan untuk ngga buang sampah sembarangan.
    Nantinya akan disiplin sampai dewasa buang sampah pada tempat semestinya.

    Para ponakanku juga diajarkan sama ortu mereka untuk selalu menjaga kebersihan ruang pribadi dan ikut menjaga kebersihan lingkungan luar publik.

  2. Syarifani Mulyana

    Bagus sekali anak sudah paham betul bahwa buang sampah sembarangan itu perilaku yang tak baik.
    Kedepannya Semoga si kecil bisa berani juga mengingatkan orang lain agar tak buang sampah sembarangan. Andai di Indonesia buang sampah sembarangan itu didenda ya yah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *