Mengajari Anak Bedanya Agama Islam dan Kristen

mengajari anak perbedaan agama

Belakangan soal tentang perbedaan antara agama atau banyak orang sebut intoleransi menggema dan menjadi masalah. Maka menjadi penting mengajari anak bedanya agama satu dengan lainnya. Agar anak-anak mengerti kalau di dunia ini tidak hanya ada satu agama.

Seperti obrolan berikut tentang, “Kristen dan Islam Sama Enggak Sih? #ArdenBertanya #AyahNyariJawaban

Arden : Yah, emang kristen itu apa sih?
Ayah : Kristen itu Agama De, sama seperti Islam. 
Arden : Salat sama baca iqra juga? 
Ayah : Enggak, Kristen ibadahnya ke gereja. Islam ke Masjid.
Arden : Katanya sama kayak Islam, agama juga…
Ayah : ehm.. Iya agama tapi beda…
Arden : Beda ya beda yah, sama ya sama….
Ayah : Begitulah pokoknya…
Arden : Ayah punya saudara kristen…
Ayah : Ayah punya Adik angkat Kristen. Dari kecil kayak kamu, Ayah gendong-gendong…
Arden : Oh… Jadi memang sama yah, Islam dan Kristen itu sama-sama saudara…
Ayah : Nahhh… pinter… Apapun agamamu, kamu boleh bersaudara sama siapa aja…
Arden : Ngomong-ngomong Yah… Ayah, Islam juga bukan sih… Kok jarang ke Masjid…
Ayah : Uhuk… Uhuk… Ayah lupa, nanti kita sama-sama ke Masjid ya De…

Dari obrolan itu, syukurnya anak perlahan-lahan mengerti ternyata oh ternyata ada agama yang berlainan di dunia ini, di Indonesia ini, Di Kabupaten ini, dan mungkin di lingkungan tempat tinggal kita. Kalau menurut saya sangat penting mengajari anak bedanya agama, seperti Islam dan Kristen itu sejak kecil. Kenapa oh kenapa? Berikut tiga tips dari saya…

Mengajari Anak Bedanya Agama Satu dan Lainnya

Saya kepikiran tentang mengajari anak bedanya agama itu ketika saya membuat sebuah cerita tentang kalau si kecil boleh mengucapkan natal. Cerita yang saya unggah di facebook itu ternyata di sambut komentar oleh teman saya. Tidak lain dan tidak bukan tetangga masa kecil saya.

“Mak kacau. Bukannya fanatik ya. Kau tahu kan tidak boleh mengucapkan natal dalam Islam katanya,” saya terperangah. Bagaimana mungkin dia berkata seperti itu, sementara waktu kecil dia ikut bahagia ketika tetangga memberi kue natal kepadanya.

Di kampung saya di Medan saat kecil dulu, setiap perayaan natal dan lebaran terdapat kebiasaan bertukar kue. Saya selalu memakan kue natal yang diberi tetangga. Rasanya kan enak, masa sih enggak dimakan. Maka dari itu kebiasaan bertukar “rasa kebahagiaan” ketika hari raya keagamaan sangat tertanam dalam hidup saya.

Nah dari persoalan cerita status facebook saya tadi, saya pikir bahwa anak saya harus mengetahui kalau terdapat agama berbeda di semesta ini. Dari kecil saya kenalkan dia tentang Agam Kristen, Hindu, Budha, maupun penganut kepercayaan. Enggak jadi soal dia mengerti atau tidak. Hal yang penting saya sudah mengajari bedanya agama satu dan lainnya. Lalu bagai mana mengajarkan tentang perbedaan agama tadi?

Kenalkan Perbedaan Agama dengan Berbagai Cara

Saya ndak ribet mengenalkan perbedaan agama kepada anak saya. Dari kegiatan keseharian, jalan-jalan, nonton youtube, orang tua bisa kok mengenalkan perbedaan agama.

Natal dengan Indahnya Pohon Cemara Warna-Warni

Seingat saya, Arden selalu berfoto dengan latar pohon natal setiap tahun. Saya mengenalkan juga kalau pohon natal sebagai simbol perayaan natal bagi umat kristen. Dia tampak takjub karena pohon yang dihiasi itu indah sekali. Saya ceritakan perbedaannya dari sisi agama yang dianut Arden. Islam tidak punya pohon natal. Cara merayakan hari raya keagamaannya pun berbeda.

Ternyata Rumah Ibadah Ummat Islam dan Kristen itu Berbeda

Suatu kali di hari minggu saat jalan-jalan ke kota, Arden melihat bangunan besar yang dimasuki banyak orang. Dia pikir itu restoran! Tepok jidat deh. Saya jelaskan kalau itu adalah gereja dan orang sedang pergi beribadah masuk ke dalamnya. Tidak seperti Islam yang beribadah ke masjid. Saya ceritakan pula, cara beribadahnya pun berbeda. Kalau dia rajin salat, umat kristen juga rajin beribadah dengan cara yang berbeda.

Baca juga: Berbagi Repotnya Mendidik Anak Bersama Bapak dan Ibu Fasil

Saya Ceritakan Padanya Saya Punya Adik Beragama Kristen

Si kecil tahu betul kalau dia memiliki seorang tante beragama kristen. Tantenya itu masih SMA dan sering main ke rumah. Adik saya, sebenarnya adik angkat. Tetapi dari kecil dia selalu berada di rumah, entah pulang sekolah, mau makan, pulang dari gereja pun singgah ke rumah. Dari pengalamannya memiliki tante yang bukan muslim, dia tahu tidak ada yang menjadi masalah dari perbedaan agama tersebut. Justru tantenya sangat baik dan bisa berbaur dengan keluarga yang beragama berbeda.

Hingga dewasa nanti, semoga si kecil akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa itu perbedaan dari sisi agama. Juga diajarkan pula tentang pebedaan-perbedaan lainnya. Agar dia menghargai semua tidak mungkin sama di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *