Mengajak Anak Donasi Buku, Bisa Enggak ya?

mengajak anak donasi buku

Bagaimana caranya mengajak anak donasi buku? Kan sayang udah mahal-mahal di beli, malah disumbangkan untuk orang lain.

Sesekali diantara hari libur, Arden senang sekali membeli buku. Kami kumpulkan satu per satu. Dia memiliki “pustaka warna” sendiri di rumah. Buku-buku yang akan dibaca bersama teman-temannya. Selain mainan yang buanyak di rumah, buku ternyata menjadi penarik anak mau bermain di rumah. Kalau ada temannya datang bebas memilih mau bermain atau baca buku di rumah.

Setidaknya ada ratusan buku di rak “Pustaka Warna” milik Arden. Jadi, mereka memiliki banyak pilihan kalau ingin membaca buku. Mau ikut menggambar dan mewarnai pun boleh, karena Arden juga senang melakukannya. Nah,  Kalau sudah bosan, buku itu kelak akan disumbangkan. Kami pilih buku yang kondisinya masih baik.

Baca juga: Ayah Menjaga Anak Sementara Ibu Pergi Berkerja Ke Luar Kota, Apa Jadinya?

Mengajak Anak Donasi Buku yuk, Ayah dan Bunda

Mendonasikan buku mengajarkan empati untuk si kecil semata wayang kami. Tetapi daya kami tak banyak untuk sumbang-menyumbang buku itu. Jadi setelah buku terkumpul agak banyak, barulah buku disumbangkan.

Ide mengajak anak donasi buku ini karena menyadari begitu banyak anak-anak tidak memiliki akses membaca buku dengan kualitas baik di Sukabumi. Kalau pun mau membeli buku, mereka harus pergi jauh ke Kota. Jadi sudahlah habis ongkos dan belum tentu juga mampu membeli buku yang sebagian tidak murah harganya.

Untuk itulah, kalau Arden bisa membaca buku dengan banyak pilihan, kenapa teman-teman lain di pelosok Sukabumi tidak diberikan kesempatan yang sama.

Ayahblogger sendiri bergabung di komunitas Sabumi Volunteer, sehingga memiliki wadah untuk menampung buku hasil donasi milik orang lain. Dari kegiatan kerelawanan inilah, saya bisa mengajarkan anak untuk turut donasi buku.

Cara mengajarkan anak donasi buku gampang kok, begini cara yang Ayahblogger lakukan.

  1. Belilah buku yang dibutuhkan dan anak diajarkan untuk merawat buku dengan baik. Jangan disobek, dilipat, apalagi dijadikan pesawat terbang.
  2. Buku yang sudah dibaca disimpan dirak buku seperti sedia kala.
  3. Kalau sudah bosan membaca buku, maka ajak anak untuk menyisihkan buku itu ke tempat yang lain. Jadi buku yang tak ingin dibaca itu sudah disisihkan lebih dulu.
  4. Ketika buku yang terkumpul sudah banyak, maka berikan kepada yang membutuhkan. Misalnya, sumbangkan saja melalui Sabumi volunteer. Alamatnya ada di tulisan paling bawah.

Alhamdulillah, ada saja orang-orang baik di luar sana yang penuh kerelaan memberikan bukunya. Bahkan Ada beberapa orang yang mengirim buku secara rutin. tetapi itu tak cukup… Kok bisa enggak cukup donasi buku yang sudah diterima ya?

Baca juga: Sinis Melihat Identitas yang berbeda, Apa Karena Dia Batak?

Ada 20 Taman Baca Masyarakat yang Membutuhkan Buku

Saat ini, ada 20an rumah baca/ taman baca masyarakat yang membutuhkan buku. Untuk itu kami butuh bantuan Anda, mana tahu kebingungan mau menyumbangkan koleksi buku tak terpakainya akan diberikan kemana. Sumbangkan melalui saya saja. Melalui Komunitas literasi Sukabumi “Sabumi Volunteer.

Hubungi saya dan akan saya jawab secepat-cepatnya. Tetapi ongkos kirim dan pengiriman buku tanggung jawab pemeberi donasi juga ya. Berikut saluran untuk menghubungi saya.

Nama : Phadli Harahap/ Ayah Arden.
No.HP : 089620163841
email: Sabumiku2017@gmail.com
Alamat Pengiriman buku : Jalan KH. Damanhuri No. 8 Kampung Paledang, Desa Cicantayan, Kec. Cicantayan, Kab.Sukabumi. 43155.

Buku yang Anda donasikan akan disalurkan untuk 20an TBM di Sukabumi dengan sistem rotasi buku. Terima kasih ya. Semoga tangan baik Anda mau tutut membantu kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *