Cepat Sembuh Jagoanku, Ketika Ayah Khawatir Anaknya Sakit

Ayah khawatir Anaknya Sakit

Selepas jalan-jalan ke Pondok Halimun Sukabumi, anak saya mendadak lemas dan sebagai Ayah khawatir anaknya sakit. Hingga seminggu kemudian, dokter memintanya untuk istirahat, tidak boleh main dan sekolah. Padahal, kegiatan sekolah sedang seru-serunya, ada kegiatan outbond lintas alam dan berkunjung ke pabrik keju.

Berkunjung ke pabrik keju sudah ditunggu-tunggu dan menjadi berlalu begitu saja. Ya begimane dokter yang ngelarang. Anak manyun diminta istrirahat. Suhu badannya masih tak menentu, siang dingin dan malam panas. Dokter memperkirakan si kecil Arden terkena gejala typus. Dilihat dari tubuhnya yang semakin lemas dan pencernaan sedang tidak baik. Syukurnya belum terkena diare.

Ibunya begitu khawatir, disela kesibukannya rapat demi rapat. Dia sempatkan untuk menemani ke rumah sakit. Lah Ayahblogger gimana? Ya saya sama khawatirnya. Namun berupaya tetap tenang, tidak panik, padahal was-was minta ampun. Kalau Ibu panik dan Ayah juga begitu. Bisa-bisa dunia serasa mau kiamat. Maka dari itu, membuat tenang Ibu itu lebih baik.

Baca juga: Ucapan Ulang Tahun untuk Ibu dan Menantinya untuk Pulang

Sama Seperti Bundanya, Ayah khawatir Anaknya Sakit

Tidak lama mengetahui Anak sakit, Ayah langsung membawa si kecil ke klinik dekat rumah. Kok ke klinik? Karena keluarga kami menggunakan BPJS Kesehatan, sesuai prosedur harus ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes ). Awalnya dokter mendiagnosa, anak saya cuma demam, karena kelelahan main ditambah batuk pilek.

Ketika hari kelima berlalu, Arden rupanya tidak sembuh juga. Jadilah konsultasi kembali ke klinik. Akhirnya dokter memutuskan untuk di rujuk ke dokter anak. Syukurlah, kami minta dirujuk ke dokter anak yang biasa menanganinya. Lagi-lagi kami menggunakan BPJS Kesehatan, biaya pengobatan menjadi gratis.

Arden harus cek darah dan diminta untuk rawat inap oleh dokter. Namun, tetap ada opsi lain bisa rawat jalan dengan wajib kontrol seminggu kemudian. Jika badan panas, maka anak harus dibawa segera ke ICU. Olala, rasanya kasihan, mikirin harus menginap di rumah sakit

Jadi pilihan rawat jalan saja. Ibunya semakin cemas, sama halnya Ayah khawatir anaknya sakit

Setelah berdiskusi antara Ayah dan ibu, jadilah putera semata wayang kami, rawat jalan saja. Kami selalu ingat kata doker, kalau ada apa-apa segera ke rumah sakit. Alhamdulillah ya, pelayanan dokter tetap optimal kepada pengguna BPJS. Syukur juga punya BPJS, tidak perlu membayar ini-itu.

Setelah berobat ke dokter, kondisi badan berangsur stabil, tidak ada panas-dingin yang mendadak. Tidurnya lebih tenang. Tidak mengingau. Apalagi ngelantur nanyain jam segala. “Sembuh ya biar bisa sekolah,” dia selalu menanyakan jam kalau mau pergi ke sekolah. Rupanya sudah dindu kegiatan di Sekolah Alam Indonesia, Sukabumi.

Baca juga: Hati-Hati Terjadi Gangguan Perilaku Pada Anak Kecanduan Game

Selayaknya Ibu, Ayah khawatir anaknya sakit. Namun tidak begitu ditunjukkan, agar kondisi anak lebih tenang dan Ibu tidak turut was-was. Ibu selalu menunjukkan perhatian yang maksimal kepada anak. Tetapi, Ayah selalu menahan rasa khawatir dan berharap penyakit tak terlalu lama bertahan di tubuh anaknya. Segera sembuh anakku sayang, agar besok bisa sekolah dan main main lagi.

Arden : Kalau nanti aku sembuh, kita main ke mall ya Yah…

Ayah : Kemana pun boleh, asal badanmu sudah pulih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *