Ayah Menjaga Anak Sementara Ibu Pergi Berkerja Ke Luar Kota, Apa Jadinya?

ayah menjaga anak

Belakangan, Ibu sering rapat di ibukota, jadilah Ayah menjaga anak. Apa mau dikata terpaksa hidup berdua di rumah. Anak semata wayang tentu tidak senang kalau dengar ibunya tugas ke luar kota, karena katanya, “Kalau sama Ibu, Ade makan disuapin dan mandinya pakai air panas.”

Kalau sama Ayah, ya Arden harus makan sendiri dan mandinya pakai air dingin. Lagian usianya sudah 6 tahun dan sudah duduk di kelas 1 SD. Sudah waktunya sebagian kemanjaan dalam hidupnya harus dihilangkan.

Perkaranya, Kalau ditinggalkan Ibu itu bukan hal mudah. Karena anak yang biasanya diperhatikan dua orang menjadi dijaga satu orang. Sama Ayah pula. Olalala… Ayah harus menyiapkan baju ke sekolah, menyuruh mandi, hingga mencarinya entah dimana bermaian bersama teman-temannya.

Tetapi, wahai Ayah, ndak perlu bimbang dan sampai lap keringat segala kok kalau ditinggal berdua bersama anak. Ada banyak hal yang dilakukan Ayah menjaga anak, pokoknya hidup jangan sulit dan jangan di rumah terus biar anak tidak bosan dan merengek saja kerjanya.

Baca juga: Sinis Melihat Identitas yang berbeda, Apa Karena Dia Batak?

Ayah Menjaga Anak dengan Mengajaknya ke Tempat Wisata

Jalan jalan ke tempat wisata itu bikin anak senang sekali, meski tidak lengkap. Tanpa ibu serasa ada sebagian jiwa yang hilang. Tetapi trik Ayah menjaga anak pergi ke tempat wisata ini membuat beban menjaga anak jauh lebih berkurang.

Suatu kali ketika Ibunya harus meeting ke luar kota, saya ajaklah anak ke tempat wisata Pondok Halimun Sukabumi. Berdua, saya dan anak ke sana. Tidak dengan persiapan dan ide mendadak kami pergi berwisata. Anak yang biasanya dipakaikan jaket sama ibunya. Kali ini, dia pergi tanpa jaket. Tubuhnya dibiarkan terhempas angin ketika meniki sepeda motor.

Kalau biasanya membawa handuk untuk membersihkan badan anak setelah main di sungai. Kalau pergi sama Ayah ya tidak bawa handuk. Jadi, anaknya dilap pakai baju bekas dipakai saja. Jajan pun dibebaskan. Mau beli gorengan sampai kacang kriuk pun boleh. Semua aturan berwisata bersama ibu dilanggar.

Hasilnya, anak tampak riang gembira. Dia bebas bermain air di sungai sampai kedinginan dan badannya gemetaran. Ketika lapar dibolehkan membeli makanan apa saja. Tetapi… setelah pulang dari tempat wisata itu, alhasil anak demam dan terkena gejala typus.

Rupanya badannya tak tahan terpaan dingin. Selain itu, makanan yang dikonsumsinya menyebabkan pencernaannya dimasuki bakteri. Liburannya cuma seharian dan sakitnya lebih dari satu minggu. Ibu yang tahu anaknya sakit, tentu cemas. Kalau sudah begini, Ayah kena marah dan diingatkan untuk tidak melanggar aturan ibu dan lakukan persiapan kalau mau berwisata.

Jalan-Jalan Ke Mall Tetapi Jangan Kelamaan

Biar menjaga anaknya santai, enggak ada salahnya juga mengajak jalan-jalan ke mall. Tujuan utamanya tentu saja ke arena bermain. Tidak diragukan lagi kalau arena bermain tips ampuh membuat anak tidak rewel. Bahkan lupa sama ibunya yang sedang pergi hingga berhari-hari.

Kalau saya pikir arena bermain bermanfaat sekali bagi Ayah juga. Paling enggak bagi saya yang juga demen berseliweran di tempat ini. Karena jadi ada teman main dan enggak malu-maluin udah tua kok nongkrong di arena bermain. Kebayangkan kalau pergi ke arena bermain seorang diri. Ntar ketahuan dong masa kecil kurang bahagia nda pernah main begituan.

Jangan lupa memilih permainan sesuai umurnya anak. Jangan ajak main joget-jogetan ala-ala korea yang dipandu pakai layar kalau masih dibawah lima tahun. Ayahnya juga jangan nafsu mau menari-nari syantik segala.

Saya memang sering mengajak anak ke arena bermain di mall dan biasanya tidak terlalu lama. Tidak pula menghabiskan uang terlalu banyak. Batasi waktunya dan anak pasti mengerti kapan harus selesai bermain. Kalau terlalu lama, anak bisa-bisa lupa pulang dan pengen main terus seharian.

Baca juga: Amin, Amin dapat Lima Ribu… Kisah Anak Dapat Uang dari Orang Meninggal

Ajak Anak ke Minimarket Cukup Kok, Namun Beri Batasan Jajannya

Saya termasuk Ayah menjaga anak dengan membawanya minimarket. Sejak dia bisa mengunyah makanan, maka minimarket adalah tempat jajan yang membuatnya bahagia. Pilihan susu banyak, makanan tinggal pilih, mau mainan pun ada.

Tetapi ya ada masalahnya kalau tak dikasih batasan. Uang Ayah bisa habis. Maka buat perjanjian sebelum ke minimarket. Anak saya selalu ingat kalau dibuat perjanjian. Misalnya, Jajan hanya beli susu kotak dan roti. Maka cuma dua pilihan makanan itu yang dibelinya.

Kalau sudah jajan dunia serasa tenteam dan damai. Ndak perlu ada ibu tak apa, selama minimarket tetap ada di dunia ini. Ada kalanya juga ngeselin sih. Si kecil bisa bikin janji cuma jajan sedikit, tetapi maunya tiap hari. Itu kan sama aja bohong. Kantong bisa bolong.

Sekali lagi, ya ingat batasan dan tolak kalau anak ngajak ke minimarket melulu. Bilang saja, kalau Ayah tak punya uang sebanyak yang kami pikirkan. Kalau anak saya bakal jawab, “Ayah tinggal pergi ke ATM saja.” Hehehe…

Demikianlah cara Ayahblogger menjaga anak. Tulisan ini bukan mengajak Ayah lain menirunya. Setiap Ayah kan punya caranya sendiri. Ini caraku menjaga anak sementara Ibu tugas kerja ke luar kota, mana caramu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *