Hanya Ibu yang Tahu Rasanya, Kok Ayah Enggak Tahu ya

hanya ibu yang tahu rasanya

Ada banyak hal dalam keluar yang Hanya ibu yang tahu rasanya. Waktu membaca timeline Facebook, saya membaca curahan hati seorang ibu muda. Katanya begini, ada masa ketika ibu selalu menikmati membesarkan anak.

Anak selalu ingin berada di dekat kita, tiba-tiba menggedor pintu sambil menangis, dan tidak ada lagi yang membangunkan untuk meminta diantar ke kamar mandi. Jadi, nikmatilah proses membesarkan seorang anak, karena akan merindukan masa-masa kecil saat si kecil bersedia untuk dipeluk tanpa bisa menolak.

Baca juga : Katanya Sayang Anak Tapi Enggak Sadar Diri Bahaya Merokok Bagi Anak

Hanya Ibu yang Tahu Rasanya, Ayah PerluTahu juga

Apakah Ayah tahu bagaimana perasaan ibu yang waktunya lebih banyak habis bersama anak-anaknya. Ketahuilah Ayah, ada beberapa hal hanya Ibu yang tahu rasanya ketika menjaga anak setiap hari.

Menyusui Anak Padahal Lagi Tidur Nyeyak

Sebagai ayah muda, saya sering mendapati istri merem, tetapi anak kok masih asik minum susu. Rasanya kok ya enggak bagi-bagi sama ayahnya ya. Ibu akan dengan senang hati menyusui anaknya meski sedang tidur sekali pun.

Hanya Ibu yang Tahu Rasanya : Cebokin Anak Pas Lagi Enak-Enaknya Makan

Apakah ayah pernah menyebokin anak ketika sedang enak-enaknya makan. Saya tentu saja pernah. Tetapi istri tentu lebih sering melakukannya. Suatu kali ketika sedang makan di restoran sunda yang makanannya maknyus banget. “Prettt” anak buang air besar dan baunya semerbak kemana-mana.

Ibu akan dengan sigap mengangkat anaknya dan segera ke kamar mandi. Makanan seenak-enaknya akan diacuhkan dan mencebok anak menjadi perhatian serius. Sementara ayah, ya makan terus sampai butiran nasi terakhir.

Ikut Merasakan Sakit Saat Anak Kondisi Badannya Tidak Karuan

Kalau anak sakit, ibu tentu menjadi orang yang paling khawatir dengan kondisi anak. Panas sedikit saja, ibu langsung was-was dan memastikan kalau anak dalam kondisi yang tidak sehat. Ia langsung memikirkan akan membawa anak ke dokter tanpa pikir panjang. Kalau pun anak yang sakit tak perlu dibawa ke dokter, ia sudah menyediakan obat-obatan dan disimpan khusus di rak lemari.

Ikut Makan Bersama Anak, Meski Ibu Sudah Kenyang

Kalau anak susah makan, ibu pula yang akan resah dan gelisah. Ia selalu menyuapi anaknya hingga kenyang. Jangan sampai anak kelupaan makan. Yang membuat ibu menjadi semakin Lelah, ketika sang ayah juga minta makannya disediakan. Agar anak mau makan, ibu seringkali menjadi ikutan makan, agar anaknya ikut mengunyah. Padahal, perut sudah terasa kenyang.

Baca juga : Kado Ulang Tahun Ayah untuk Anak-Anak Tercinta

Ibu Mau Mandi Saja, Anak Menangis Berderai-derai

Untuk mau mandi saja, anak sering enggak mengijinkan sampai menangis berderai air mata. Kalau sudah begitu, ibu tentu saja diantara dua pilihan. Segera mendiamkan anak tercintanya atau harus tega membiarkan anak menangis sambil harus buru-buru mandi. Si kecil sering tak mau lepas dari ibunya. Sementara Ayah mungkin tak mengerti kondisi seperti itu, hanya Ibu yang Tahu Rasanya.

Dari semua keriuhan menjaga anak, ada waktunya semuanya nanti berlalu. Ibu akan sadar kalau anak mulai tumbuh dewasa, ketika memilih untuk mandiri. Anak sudah tidak mau dicium lagi. Sudah ogah, kalau ibu mau membantu untuk memakaikan bajunya. Anak akan lebih senang menghabiskan waktu diluar rumah dan asyik dengan kehidupannya sendiri.

Hingga ada waktunya ketika anak mengatakan, “Ibu aku sudah mau menikah, nanti kami akan tinggal di rumah sendiri”. Barulah Ayah pun tersadar, kalau anak tidak hanya meninggalkan ibu, tetapi Ayah juga tidak akan hidup bersamanya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *