Akhirnya Anak Saya Bisa Cebok Sendiri

anak saya bisa cebok sendiri

Tahu apa rasanya sebagai Ayah yang tahu saat anaknya bisa melakukan sesuatu sendiri, termasuk anak saya bisa cebok sendiri. Senang Dong dan Terharu juga.

Sebagai Ayah, saya memperhatikan sekali kemajuan perkembangan anak dari sejak dia lahir. Meski tak dipungkiri banyak lembaran hidup dari anak yang hilang, terutama ketika harus berkerja ke luar kota hingga sebulan. Maka, ya ndak begitu tahu si kecil bisa apa dalam tempo waktu itu.

Tetapi, moment-moment penting selalu diingat dan memberi kesan sendiri. Biar ndak lupa dicatat saja di blog ini saat-saat mengesankan melihat perkembangan si kecil.

Baca juga: Tentang Warna Laki-Laki

Masih Ingat Ketika Melihat Matanya Pertama Kali

Hari pertama menjadi Ayah tentu saja kenangan tak terlupa. Setelah tangis yang begitu keras mengisi ruangan. Dia lahir ke muka bumi sambil melototkan matanya. Matanya besar persis mata Ayahnya. Sah ini anak saya, paling enggak matanya mirip. Sembari melihatnya penuh harap si kecil dalam kondisi sehat sejak hari pertamanya di dunia fana ini.

Ingat Pertama Kali Dia Melangkahkan Kaki

Pada usia 11 bulan, anak saya masih begitu menjengkelkan. Bangun tengah malamnya enggak berhenti-henti. Ada aja tingkahnya, dari buang air besar, kencing, minta susu, banyak deh. Hingga di tengah malam senyap itu, tanpa terdengar suara tangis. Eh, si kecil sudah ada di lantari mengendap-ngendap.

Saya yang terkejut anak semata wayang tidak di kasur lagi membangunkan istri. “Lihat itu lihat, Arden berdiri dan melangkahkan kaki menuju lemari,” sontak istri langsung mendekati anak saya. “Pintar anak Ibu, udah bisa jalanya,” untungnya si kecil tidak menjawab iya. Kalau enggak kan jadi kaget mosok umur 11 bulan udah bisa bicara.

Usia Dua Tahun Satu Bulan Ketika Nama Ayah di Sebut dari Mulutnya

Anak saya termasuk cepat dalam hal mengoceh, ada saja yang mau dibicarakannya. Pada usia menjelang tujuh tahun saat ini, guru sekolahnya pun bilang kalau Arden ngomong mulu di kelas. Ya bagaimana tidak, sejak belum dua tahun pun begitu.

Waktu itu usianya dua tahun satu bulan, waktu dia teriak minta susu dan saya asyik ngetik depan laptop. “Ayaaahhh,” katanya kencang. Langsung lihat ke kiri, rupanya bawa-bawa botol susu minta diisi. Wah senang sekali loh rasanya bisa dipanggil Ayah. Kalau sekarang sih enggak begitu senang, soalnya kalau manggil ayah sambil minta uang buat jajan sih.

Membaca Buku Pertama Kali Setelah Empat Bulan Sekolah

Saya tidak pernah memaksanya untuk bisa membaca terlalu cepat. Tidak pula untuk bisa berhitung saat usia terlalu dini. Bangku Sekolah rupanya berhasil membuatnya bisa membaca, dari eja mengeja dan bisa membaca dengan baik. Saya ingat setelah empat bulan sekolah, dia bisa membaca cerita singkat di buku cerita yang kami belikan.

Di rumah memang ada perpustakaan mini untuk kegiatan membaca, menulis, dan mewarnai. Semua buku ada. Perpustakaan mini membuat anak mudah belajar sendiri. Dia membaca ya kalau mau saja. Ndak pernah disuruh-suruh. Kecuali diminta gurunya untuk belajar membaca di rumah. Ya, wajib baca buku setelah magrib, baca buku sendiri hingga tuntas satu cerita pendek. Alhamdulillah…

Baca juga: Ketika Anak Memilih Seorang Sahabat

Anak Saya Bisa Cebok Sendiri Karena Mau Outing Camping dari Sekolah

Anak saya bisa cebok sendiri menjadi moment tak terlupakan. Soalnya mengajarinya untuk membersihkan tahi dari pantatnya sendiri itu tidak mudah. Mesti ngomong bolak balik dan dibalas omongan, “Enggak mau ah, tahi aku bau.”  Lah kita nyuruh dia cebok biar enggak ketiban bau.

Namun pada akhirnya dia mau cebok sendiri dan sebelumnya sudah diajari ibunya. Anak saya kepikiran mau camping di sekolah. Kelas 1 di Sekolah Alam Indonesia sudah ada kegiatan camping di sekolah, sebagai persiapan camping di luar kota Sukabumi nantinya.

Nah, si kecil rupanya kepikiran kalau mau buang air besar waktu camping yang cebok siapa? Saya bilang, “Kan Ayah sama Ibu enggak mungkin datang ke sekolah buat nyebokin kamu.” Sejak itulah dia mau cebok. Januari 2019, Arden bisa cebok sendiri. Betul saja, waktu camping di sekolah dia buang air besar dan senangnya dia bisa cebok tanpa harus manggil Ayah dan Ibunya.

Segitu saja yang bisa diceritakan menjadi moment penting dalam yang diingat hingga si kecil menjelang umur tujuh tahun. Moment paling berkesan tentu saja saat anak saya bisa cebok sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *