Secangkir Teh Manis Pengingat Rindu Tentang Bapak

Pengingat Rindu tentang bapak

Mau tahu, apa yang menjadi pengingat rindu tentang bapak bagiku. Setiap hari kerja pada pukul 4.30 sore, ibuku selalu siap dengan secangkir teh manis panas, ritual menyambut Bapak pulang kerja. Ibu sudah menakar dengan pas panasnya. Sehingga ketika Bapak sampai di rumah, teh tersebut siap diseruput tanpa membuat bibir jebleh kepanasan.

Bertahun-tahun ritual ini dilakukan oleh ibu. Aku kadang ikut menyambut siap-siap di pintu untuk membuka sepatu beliau, pantofel hitam dengan kaos kaki hitam atau coklatnya. Setiap hari pembayaran gaji, Bapak selalu membawakan kami es grim, tanda bahwa beliau sudah gajian pada hari itu. Jadi bisa dipastikan, aku bisa menikmati es grim ya sebulan sekali, bahagianya bukan kepalang.

Baca juga : Kado Ulang Tahun untuk Istri yang Membuatnya Makin Cinta Kepada Ayah

Secangkir Teh Manis Pengingat Rindu Tentang Bapak

Ini memang bukan cangkir yang sama yang selalu dipakai ibuku untuk menyajikan teh untuk Bapak. Ini juga bukan es grim yang sama yang dibelikan Bapak untuk kami menyantap bersama di rumah. Tetapi ini adalah perwakilan hatiku, perwakilan rindu.

Sebagai pengingat ada berbagai kebiasaan Bapak yang aku takut lupa karena seiring berjalannya waktu. Aku berupaya menjaga ingatanku tentang Bapak.

Bapak memang tidak sempat hadir di wisudaku, hanya ibuku dan adiknya. Tetapi beliau adalah orang pertama yang mengantarkanku ke kampus tempatku menempuh pendidikan.

Bapak  tidak pernah merasakan gaji pertamaku, tetapi aku meniru kesungguhan dan kejujuran bekerjanya. Ia belum pernah menjabat tangan calon suamiku untuk mengucap ijab . Yang diwakilkan pamanku satu-satunya yang masih ada, terimakasih paman. Tetapi namanya selalu di belakang idetitasku Rima Maimunah binti Suriyan Makkie).

Bapak memang tidak lagi hadir secara fisik, tapi hatinya, semangatnya, hangatnya selalu ada bersamaku, sampai kapanpun, selamanya.

Baca juga : 6 Nilai Kasih Sayang Ayah dan Anak yang Ibu Harus Tahu

Alfatihah Suriyan Makkie bin M.Makkie

Ditulis oleh Rima Maimunah

Ada begitu banyak kenangan tentang Bapak atau Ayah dari anak-anaknya. Apalagi ketika Bapak sudah tiada. Hasil didikannya dan kerja keras Bapak dapat membimbing kita untuk melakukan banyak hal baik di dunia ini.

Bapak memberikan semua ketulusan dan menjaga hati anaknya untuk tetap kuat meski tanpa dirinya ada di samping anak-anaknya. Begitulah, akhirnya ketulusan Bapak berbalas kasih sang anak yang menyayangi Bapak tanpa koma hingga tutup usia. Terima kasih Bapak untuk semua cinta dan sayang tak terbatas.

Selamat Hari Ayah Nasional, 12 November 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *