Menangis-Nangis Minta Ke Toko Buku Gramedia

minta ke toko gramedia

Hari minggu tak luput dari hari libur jalan-jalan nasional bagi anak semata wayangku, termasuk maksa menangis-nangis minta ke Toko Buku Gramedia. Masalahnya si kecil ndak mau tahu dan ndak peduli Ayahnya punya uang atau tidak. Yang penting jalan-jalan, main ke mall, dan tiba-tiba bilang, “Gimana kalau kita beli buku ajah ke gramedia.”

Membeli buku ke tokonya itu tidak sulit, tinggal ngegas sepeda motor sampai deh. Tetapi uangnya itu loh. Ayah dan Bunda yang sering ngajak anaknya ke toko buku pasti nyadar kalau harga buku anak-anak itu tidak murah.

Buku kisah Nabi Muhammad dan Ibrahim yang tipis yang halamannya palingan 50 lembar saja, harga termurah dua puluh ribu rupiah. Itu buku obral loh ya. Lah kalau mintanya buku menggambar pun tetap aja mahal.

Apalagi kalau minta belinya sampai lima buku sekaligus. Tetapi demi mencerdaskan nasib penerus bangsa, ya maksa harus membelikan buku juga. Mana tahu kebiasaannya membeli buku dari kecil membuatnya menjadi berguna bagi Republik Indonesia ini suatu saat nanti.

Cerita menarik lainnya: Mengenalkan Pohon Keluarga Kepada Anak, Kenapa Anakku Jadi Dua Orang?

Minta Ke Toko Buku Gramedia Kayak Ngajak Jajan Ke Warung

Anak Memilih Bukunya Sendiri Di Toko Buku Gramedia
Anak Memilih Bukunya Sendiri Di Toko Buku Gramedia

Kalau sudah hari minggu atau hari libur. Ajakan randomnya itu minta beli buku, mana kayak ngajak beli permen ke warung sebelah rumah lagi.

Arden: Yah, Ade mau beli buku dong.

Ayah: Ha? Apa beli buku lagi. Enggak ada uang. Buku yang kemarin juga belum selesai semua di warnai sama dibaca.
Arden: Itu tadi ada dua rebu buat beli teh gelas. Jangan bohong bilang enggak ada uang Yah…

Ayah: Tapi harga buku kan bukan dua rebuan?

Arden: Ayah mah sama anak juga pelit. Jangan dua rebuan bawanya. Bawa sepuluh rebu… Biar beli bukunya bisa lima…

Ayah: Eh… Harga buku kan…

Arden: Huuhuhuhu…. Pengen beliiiii buku. Bawa sepuluh rebu ajaaa…. Ibuuu pengen beli buku…

Ibu: Hadeuhhhh….

Kalau sudah begitu, ya udah deh ayo kita kemon beli buku ke Kota Sukabumi. Toko buku di Kota sekecil Sukabumi itu tak banyak. Pilihannya cuma ke gramedia. Itu pun luasnya tidak sampai 10% dari Toko Buku Gramedia di Bandung. Mana pilihan bukunya terbatas pula.

Syukurnya Anak kecil beli bukunya masih sebatas buku cerita singkat dan buku bergambar untuk diwarnai. Jadi bisa rasa memilih buku minggu ini yang ingin dibelinya.

Sejak masuk SD kebiasaan membeli bukunya semakin membaik, meski enggak bagus buat kantong. Mahal bow kalau sekali minta 5 buku. Tetapi buat Anak semata wayang apa bisa menolaknya. Mulai suka sama buku saja sudah syukur. Tetapi gemar dan minta ke Toko Gramedia sudah dikenalkan sejak dia belum masuk sekolah.

Seiring waktu saat mulai bisa mengeja atau membaca, dia mulai penasaran sendiri apa isi cerita dari buku pernah dibelinya atau oleh Ayah dan Ibunya. Kebiasaan membawanya ke toko dan mengumpulkan koleksi buku ternyata mempengaruhinya minatnya dalam belajar membaca, menulis, dan mewarnai.

Baca juga: Mengajak Anak Donasi Buku, Bisa Enggak ya?

Dekatkan Anak degan Buku Maka Yakinlah Dia Akan Suka Juga ke Toko Buku

Anak saya mulai sering minta ke toko buku Gramedia bukan ujug-ujug begitu saja. Saya dan istri memang memiliki koleksi buku, ndak banyak, tetapi bisalah dibilang seperti perpustakaan mini. Ayah dan Ibu membaca buku kapan saja kalau mau. Tidak bisa dibilang rajin membaca. Namun, anak selalu melihat kebiasaan membaca buku sejaaaak dia belum bisa berjalan.

Seiring umur bertambah, kami pun membeli buku cerita buat Arden. Kami ceritakan dongeng singkat. Rupanya dia mendengarkan dengan baik. Buktinya, dia sering meminta, bacakan dongeng kelinci, ikan hiu, serigala, dan cerita lainnya.

Setelah mulai bisa berjalan, Ayah dan Ibu pun mengajaknya langsung melihat sumber dari mana buku berasal. Kami ajak dia ke toko buku. Ya toko buku yang sering dikunjungi adalah Gramedia. Alasan simpelnya karena di Sukabumi, Toko Gramedia menjual buku lebih banyak dibandingkan toko buku lainnya.

Hingga usianya enam tahun sekarang, buku milik anak semata wayang kian bertambah. Meski belum lancar membaca, dia mulai sering membuka buku sendiri. Kalau penasaran ingin tahu isi cerita buku, tinggal teriak meminta Ayah dan ibunya membacakannya. Kebiasaan sejak dini ini rupanya melekat dipikiran Arden dan ke toko buku Gramedia menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi dikala hari libur.

Comments

  1. Annafi

    Iseng-iseng blogwalking, saya jadi inget pas masih bocah, hobinya minta buku mewarnai hehe

    Temenku share tipsnya, beli beberapa buku gambar (tokoh yg disukai anak) versi murah nya (toko alat tulis di pasar biasanya ada) terus di foto kopi 😁 ngasihnya satu-satu dan acak biar anak ga ngeh

    1. Post
      Author
      admin

      Hai… Terima kasih sudah berkunjung ya. Iya menyiasati biar ongkos beli buku lebih murah jg ini. Anak saya kalau dikasih yang bukan buku, suka protes. Ini mah buku bekas. enggak mau dianya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *