Pengen Punya Skateboard Tetapi Anak Malah Beli Lego

Anak malah beli lego

Sudah masuk bulan April, Arden hampir 7 tahun dan banyak permintaannya salah satunya beli skateboard walau anak malah beli lego.

Ceritanya begini, suatu kali Arden dibawa ke Lapangan Merdeka Alun-Alun Kota Sukabumi. Dia melihat anak-anak bermain skateboard dan taraaa pengen beli. Ayah dan ibu pun saling menatap. “Emang kamu bakal mau main skateboard?” tanya ibunya. “Mau,” jawab Arden Singkat.

Anak semata wayang ini tahu betul kalau sebagian besar permintaannya akan diaminkan. Seperti dia amin-amin di pemakaman langsung di kasih lima rebu. Dia mau beli skateboard karena dilihatnya sebagian besar yang main adalah anak-anak. Iya anak-anak seusianya sudah meluncur-luncur di tempat main skateboard. Dia mugkin mikir, “anak itu bisa, aku pasti bisa.”

Baca juga: Akhirnya Anak Saya Bisa Cebok Sendiri

Enggak Berhasil Beli Skateboard eh Anak Malah Beli Lego

Jadi setelah sekian ratus kata diulangi, “Kapan Ade beli skateboard?” dan bikin puyeng kalau enggak dituruti. Akhirnya, Ayah dan ibu mengantarkannya ke toko mainan. Toko mainan yang cukup lengkap.

Sayangnya skateboard kecil sesuai ukuran badannya tidak ada. Dia terdiam. Tetap pengen beli. Tapi terdiam itu enggak lama. Eh dia malah melihat ke pojok lain. Dandandandan… Ada lego. Lego adalah permainan bongkar pasang yang paling dia sukai.

“Enggak apa-apa deh bu, enggak beli skateboard. Ade beli lego aja,” Lah nawar si ibu anaknya. Gagal skateboard anak malah beli lego. Enggak sanggup menolak karena ngebayangin si kecil bakal ngoceh terus, ya dibeli saja legonya. Kata Arden beli skateboard bisa lain waktu. Mungkin maksudnya minggu depan. Enggak bakal lama bakal nagih lagi minta skateboard.

Lego berhasil dibeli dan dibawa pulang. Mainan lego berukuran besar itu sebetulnya sudah ada dua pack di rumah maksudnya dua bungkusan. Dua pack lego sebelumnya sebagian kepingannya sudah hilang dan patah. Dia jadi enggak bisa bikin mainan seperti yang dia inginkan. Ada banyak hal yang bisa dibuatnya dari lego.

Arden Bisa Membuat Robot dan Terminal Sukabumi dengan Bermain Lego

Gagal beli skateboard ternyata enggak bikin Arden sedih-sedih amat. Dari lego dia bisa berkreasi buat robot, mobil, rumah. Bangunan terbesar yang dibuatnya adalaaaaahhhhh TERMINAL BUS SUKABUMI. Iya Arden berhasil membuat terminal Sukabumi lengkap dengan busnya dengan 3 pack lego itu. Nanti fotonya dilampirin. Sebelumnya enggak pernah moto terminal bus di dalam rumah.

Sejak umur 5 tahun dari permainan lego, Arden mulai bisa merancang bangun berbagai bentuk permainan, dari bikin gedung hingga terminal. Jadi kebayang aja gitu, seisi ruangan tamu yang rumahnya kecil hanya diisi Lego yang berbentuk terminal Bus Sukabumi.

Cerita lainnya: Ketika Anak Memilih Seorang Sahabat

Terminal Bus Sukabumi yang dibuatnya di ruang tamu enggak boleh dibongkar, jangan ditentang, awas kalau disapu. Kan jadi bikin gerak ortunya terbatas. Malasalhnya lagi rumah jadi enggak boleh disapu. Kan lama-lama kotor.

Untuk mengakalinya, setiap berapa hari terminal harus di bongkar demi kepentingan bersih-bersih rumah. Syukurnya anak kecil mau, kalau enggak ya jadi aja rumah ini terminal bus.

Kayaknya dalam seminggu bakal aman enggak nagih minta skateboard. Arden cukup senang dia bisa bermain lego dan bisa bikin terminal bus di dalam rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *