Anak ingin Belajar bersama Ayah dan Ibu, Bukan Sama Nenek Apalagi Pembantu

anak ingin belajar bersama ayah

Ayah dan Ibu pernah enggak mendapat protes dari anak ingin belajar bersama Ayah dan Ibu. Saya pernah! Suatu malam dikala lagi sibuk dengan kerjaan kebetulan di rumah neneknya, Anak saya protes kenapa tidak belajar sama Ayah dan Ibu. Sementara, ibu juga punya kesibukan yang sama.

Sadar atau tidak, waktu tergerus begitu saja.Sibuk dengan dunia lainnya, tetapi lupa dengan anak yang semakin besar seiring waktu yang terbuang. Kita lupa kalau anak membutuhkan orang tuanya ketika ingin belajar.

Tetapi kan ada sekolah? Tidak Ayah, tidak Ibu, fungsi utama pembelajaran tidak hanya diserahkan kepada sekolah, malah Ayah dan bunda sebagai “guru” utama dalam mendidik anak-anak.

Bagaimana anak ingin belajar bersama dan ibu, kalau begitu sibuk dengan pekerjaan. Stop, mari berpikir sejenak demi anak-anak.

Baca juga : (Bukan) Ilmu Parenting : Tips cerdas Mengantar anak ke sekolah

Dukungan belajar Anak ingin Belajar Bersama dan Ibu adalah Kunci

Dukungan orang tua bisa dikatakan kunci bagi pendidikan anak. Berhasil atau tidak anak pada masa depannya merupakan hasil bimbingan kedua orang tua sejak kecil. Terutama dari Ayah, iya Ayah harus peduli sama dunia belajar anak-anak. Pekerjaan bukan menjadi alasan untuk tidak mendampingi anak dalam belajar.

Belajar di rumah memperkuat dan memperluas cara menggali pengetahuan bagi anak-anak. Tidak ahanya dibebankan kepada guru. Sekaligus Ayah juga berperan sebagai “guru” anak di rumah dan membantu mereka mengenal banyak hal selain pelajaran yang diperolehnya dari sekolah.

Mendampingi anak ingin belajar bersama Ayah dan Ibu juga membuat orang tua memiliki rasa tanggung jawab terhadap anak-anak. Stop menyerahkan tugas mengajari anak hanya kepada guru di sekolah.

Anak yang belajar bersama Ayah dan Ibu dapat membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif. Anak juga ingin orang tua mengajarinya sekaligus menjadi teman bagi hidup mereka di rumah. Bukankah rumah adalah istana sebagai tempat untuk kita pulang. Begitu pula anak. Mereka butuh Ayah dan Ibu di rumah ketika pulang dan dapat mendampingi hidup mereka.

Agar belajar menjadi menarik, Ayah atau Ibu bisa membuat lingkungan belajar yang menyenangkan, misalnya metode bercerita atau menggambar. Ketika sedang anak belajar, jauhkan handphone dan televisi dari anak-anak.

Tanya Anak-Anak Sudah Belajar Apa Saja di Sekolah

Setiap anak pulang sekolah atua ketika mereka mulai santai coba deh tanya apa yang mereka pelajari di sekolah. Pembelajaran mereka di sekolah bisa menjadi panduan bagi Ayah dan Ibu untuk melanjutkannya di rumah.

Ajak anak membuka buku atau panduan belajar yang diberikan oleh pihak sekolah. Beritahu anak kalau ada yang harus dipelajari di rumah. Tapi ingat Ayah dan Ibu, jangan jadikan rumah seperti sekolah. Cara belajarnya tentu harus dibuat berbeda.

Misalnya, ajak anak belajar berhitung dengan bernyanyi atau bisa pula menggunakan video dengan computer sebagai media belajar. Anak mungkin lebih tertarik kalau diberikan metode belajar yang beragam antara di sekolah dan di rumah.

Kalau anak saya dimasukkan di sekolah alam. Belajarnya indoor dan outdoor, jadi setelah di rumah dia bercerita apa yang diperolehnya di sekolah. Misalnya belajar tentang anatomi tubuh dengan mengunjungi dokter ke rumah sakit. Setelah di rumah, pembelajaran bisa dilanjutkan dengan mengingat nama anggota tubuh dengan media gambar. Hal tersebut tampaknya membantu anak mengingat lebih baik.

Yakinlah Orang tua Bisa Menjadi Teman Belajar Yang Menyenangkan Bagi Anak-Anak

Ketika Ayah dan Ibu memiliki waktu luang, baik ketika malam hari, akhir pekan, atau hari libur tanggal merah. Tawarkan kepada untuk menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang dan terus belajar.

Ayah bunda bisa membantu menumbuhkan kecerdasan mereka dengan belajar menjadi kreatif. Misalnya membuat kerajinan tangan, memainkan alat musik, membuat mobil-mobilan, belajar hal lainnya untuk menggali kemampuan mereka.

Dari belajar kreatif, orang tua akan menyadari potensi bakat anak. Misalnya anak diajak belajar melukis bersama orang tua. Bisa jadi kan, anak memiliki bakat dalam seni lukis dan gambarnya malah bagus-bagus.

Anak juga bisa diajak belajar hal lain, misalnya belajar memasak. Anak bisa menjadi asisten memasak bagi Ayah dan Ibunya. Ajaklah anak untuk memikirkan menu makanan apa yang ingin dikonsumsi hari ini. Biarkan dia terlibat dalam keputusan menentukan makanan yang akan dihidangkan di meja makan. Jangan lupa aja anak juga memasaknya. Misalnya, belajar masak nasi goreng bersama. Aman kok, selama Ayah dan Ibu selalu mendampingi.

Baca juga : Kenapa Permainan Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Dibedakan?

Belajar di luar sekolah, bukan berarti harus di rumah melulu. Alam semesta adalah media belajar yang sangat kaya. Ayah dan Bunda kan bisa mengajak anak ke tempat wisata alam misalnya ke Kebun Raya Bogor Atau Ke Situ Gunung Gede Pangrango. Belajar bersama alam semesta akan juga baik bagi tubuh dan membuat otak mereka tetap bugar.

Ingatlah anak ingin belajar bersama dan Ibu. Mereka dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Orang tua harus membantu anak-anak untuk mengekspolarasi dunia bagi mereka. Apapun caranya dan menarik minat mereka. Ada dunia besar di luar sana untuk dijelajahi, jadi marilah belajar bersama dan belajar selamanya!

Sumber :

https://www.oxfordlearning.com/help-kids-learn-at-home/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *