Market Day Di Sekolah Alam Indonesia, Ibuku yang Sibuk Tapi Aku enggak

market day sekolah alam indonesia

Kali ini, mau cerita tentang persiapan market day di Sekolah Alam Indonesia. Iya Arden disuruh jualan sama ibu guru. Tanpa dibantu Ayah sama Ibu pula.

Arden sebetulnya sudah cerita bakal ada event Market Day di sekolah. Tapi, Ayah dan Ibu masih ndak mudeng. Anak ini mau ngapain, soalnya di whatsApp grup malah disuruh bikin baju professor, meski akhirnya jadi pakai baju ala-ala anak gunung.

Arden : Ibu, kata Ibu fasil, disuruh siapin baju professor.

Ibu : Kamu mau ngapain?

Arden : Mau jualan di sekolah…

Ibu : Ha? Jualan…

Ayah : Jualan tahu bulat digoreng dadakan ya…

Arden : Bukan Ayah… Jualan bahan pisang kata Ibu fasil.

Setelah h-4 baru rada jelas, rupanya anak kecil memang di suruh jualan di market day di Sekolah Alam Indonesia, Sukabumi. Syukurnya pakaiannya diganti jadi baju gunung. Horeee enggak repot nyari baju ke kota. Dari rumah ke kota Sukabumi itu jauh makan waktu satu jam.

Setelah beberapa info dari whatsApp, plus ramenya pesan dari Bapak/Ibu fasil dan Bapak/Ibu dewan kelas, diketahulah anak kelas 1 juga dilibatkan dalam Science Fair, tapi mereka disuruh dagang makanan dan minuman.

Baca juga : Hai Ayah dan Bunda, Inilah 10 Cara Mudah Menjadi Orang Tua Hebat

Anak Kelas 1 jualan ala-ala Market Day di Sekolah Alam Indonesia, Kakak Kelas Presentasi Penelitian

Arden dan Teman Sekolompok Berjualan di Market Day Sekolah Alam Indonesia.
Arden dan Teman Sekolompok Berjualan di Market Day Sekolah Alam Indonesia.

Ternyata eh ternyata, Cuma kelas 1 SAI Sukabumi saja yang diminta berjualan, sedangkan kelas lainnya harus presentasi hasil penelitian science-nya. Cuma yang namanya berjualan itu ndak mudah juga. Arden harus menyiapkan dagangan hingga stand pasarnya di sekolah.

Aslinya sih jadi Ayah dan Ibunya kebagian rempong bantuan anak kecil. H-1 acara market day di Sekolah Alam Indonesia, Arden sama Ibu harus menyiapkan bahan makanan berupa pisang. Arden menjadi bagian dari kelompok 5 yang disuruh membuat makanan dari bahan pisang.

Setelah dipikirin matang-matang sama Ibu, Arden jualan pisang keju dan pisang gulung aja.

Arden : Pisang gulung gimana sih bu?

Ibu : Pisang digulung pake kuliat lumpia.

Arden : Enak enggak bu?

Ayah : Enak dong, Ibu kan jago masang. 
Arden : Kalo gitu jangan dijual, kita makan aja bertiga.

Anak kecil bikin lieur hingga malam hari. Jumat 12 November 2018, Ibu sudah menyiapkan semua bahan jualan. Ada pisang, keju, susu pemanis makanan, lumpia dan lain-lain. Arden pun sudah siap kena marah, karena mengganggu kerempongan ibu menyiapkan makanan.

Arden : Aku kan mau jualan bu. Kok Ibu yang masaknya?

Ibu : Ayaaaahhh… Coba Arden ini ngomong muluuuu…

Rupanya demi menjaga kualitas makanan, Ibu Cuma memanggang pisangnya saja jumat malam itu. Untuk mengolah menjadi pisang keju dan pisang gulung disiapkan subuh-subuh. Oh Tuhan, benaran anak sekolah itu PR kehidupan banget.

Pukul 03.40, Hari Sabtu… Hari masih terlalu gelap, Ibu sudah bangun lebih dulu seperti hari lainnya. Arden masih terlelap, sementara Ibu membuat pisang keju dan pisang gulung penuh cinta. Makanan enak dibuat sama Ibu, ndak pernah gagal. Kalo gagal ya dipaksa suruh makan, daripada mubazir.

Baca juga : Cara Mengajarkan Empati Kepada Anak-anak

Demi Market Day Sekolah Alam Indonesia, Ibu Melakukan yang Terbaik untuk Anaknya

Benar aja ya, makanan buat dijual udah kelar jam enam. Palingan tinggal naro ke wadahnya doang. Ibu memang yahud. Ayah dan Arden sempat mencicipi pisang kejunya, enak banget loh sumpah pake banget.

Pekerjaan buat makanan selesai, PR selanjutnya adalah menghias stand buat jualan. Artinya, trio keluarga Harahap harus pagi-pagi ke sekolah plus Ibu pasti masih ngantuk.

Di Sekolah anggota kelompok Arden belum muncul. Daripada menunggu, kami pun menghias meja dengan gambar pisang. Arden bagian nempel-nempelin aja,biar standnya jadi tambah bagus.

Enggak lama orang tua teman sekolompok, dua orang lagi datang. Mereka pun merapihkan dan menghias stand menjadi lebih bagus lagi.

Kalo dilihat-lihat, para Ibu tampak sibuk banget pagi itu. Misalnya Ibu kelompok enam merias mejanya dari nol. Dari tanpa alas menjadi tampak bagus dihiasi kain. Kelompok tujuh, Ibu dan Ayahnya membawa dagangan es pagi-pagi. Kelompok 8,9,10 pun begitu, Ibu-Ibunya riweuh dengan dagangan anak-anaknya. Ibu memang orang terbaik dalam segala hal demi anak-anaknya.

Acara Science Fair dimulai dengan upacara dan pertunjukan science siswa. Selanjutnya barulah anak-anak diperbolehkan menjajakan dagangannya. Kalau dilihat-lihat sih, ibu-ibunya yang siap berdagang. Meski begitu ya tidak boleh, karena anak-anak harus berjualan tanpa pendampingan orang tua.

Satu per satu pembeli datang ke stand kelompok 5. Mereka tinggal menerima uang dan memberikan makanan hasil jualannya. Uangnya harus uang pas, karena sebagian anak-anak belum bergitu mengenal rupiah. Kalo tidak punya uang pas bisa ditukarkan di money canger yang dijaga oleh bapak fasil alis pengajar SAI Sukabumi.

Syukurnya, makanan yang dijual Arden hampir habis dan hanya menyisakan 3 saja. Dia bawa pulang dan berikan kepada teman-temannya. Begitu pula dagangan teman sekelompoknya, ludes terjual semuanya. Alhamdulillah. Arden senang bisa memperoleh uang, katanya uang mau digunakan untuk membeli mobil sedan. Horeee….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *