Kok Anakku Cepat Besar Ya

anakku cepat besar

Tanpa terasa, Anakku cepat besar. Dia mulai menjadi anak mandiri, bisa mandi, pakai baju, hingga beribadah sendiri. Menjadi semakin pinter melakukan banyak hal sendiri tentu menyenangkan bagi orang tua. Rasanya kok terlalu cepat ya apa-apa mulai dilakukan sendiri.

Saya masih ingat betul ketika si kecil dilahirkan, menangis kuat setelah keluar dari rahim ibunya. Lalu terdiam sejenak ketika suara azan didengarkan ke telinganya. Secara perlahan seiring pertumbuhannya, dia mulai bisa berdiri sendiri dengan terhuyung-huyung.

ak sadar dan lepas dari perhatian kedua orang tua dan sudah nemplok di depan pintu lemari. Saat itu dia 11 bulan. Tak lama bisa berdiri sendiri, lalu bisa berjalan dan berlari ke sana ke mari hingga seperti sekarang ini. Ah rindu rasanya masa-masa itu

Masa-masa yang selalu diingat ketika si kecil masih butuh bantuan penuh dari kedua orang tuanya. Dari pagi hingga subuh lagi, bergantian menjaga dan membantu dirinya melakukan banyak hal. Sampai waktu terus berlalu dan usianya semakin bertambah. Perlahan, seperti mulai tidak butuh bantuan dari orang tuanya lagi. Tapi masih tak rela…

Baca juga : Ayah juga Bisa Belajar Sabar dari Anak

Tak Rela Melihatnya Anakku Cepat Besar

Sebagai Ayah yang sering menghabiskan banyak waktu dengan anak, saya tak pernah menuntut si kecil untuk bisa melakukan sesuatu sendiri terlalu cepat. Misalnya soal makan. Selagi anak meminta disuapi, Ayah dan ibu akan bergantian menyulangkan nasi ke mulutnya. Hingga usianya 6 tahun saat ini, dia masih meminta disuapi, kami pun serta merta menurutinya.

Tak jarang, dia menepis tangan Ayahnya ketika bajunya ingin dikancingkan. Dia juga mulai berteriak marah waktu badannya dikeringkan oleh ibunya setelah mandi. “Aku bisa pakai handuk sendiri,” kalau sudah begitu mending mundur 3 langkah. Pada lain waktu dia tetap meminta bantuan dimandikan. Maka, kami dengan senang hati memandikannya. Kangen juga kan melewati waktu berbasah-basah bersama si kecil dan tak suka melihat anakku cepat besar.

Paling lucu kalau melihat dirinya tiba-tiba membereskan mainannya sendiri. Dari awalnya ingin membersihkan sendiri. Lalu merasa lelah dan ujung-ujungnya meminta bantuan Ayah dan Ibu. “Aku cape, kok enggak dibantuan,”katanya begitu, padahal dirinya sendiri yang bilang biar diberesin sendiri.  Ujung-ujungnya minta bantuan juga.

Kami senanng melihatnya belum menjadi anak mendiri sepenuhnya. Ayah dan ibunya percaya akan ada masanya dia benar-benar tak meminta bantuan dan menghiraukan uluran tangan kami. Tetapi jangan sekarang, rasanya masih ingin bilang, jangan terlalu cepat menjadi anak mandiri ya sayang.

Membantunya Menjadi Anak Mendiri Bukan Melepaskan Masa Kecilnya Begitu Saja

Ingin selalu membantu si kecil bukan berarti memanjakannya. Kkami percaya anak akan melewati proses hidupnya sendiri. Ada anak lain yang bisa berjalan usia 10 bulan, sementara si kecil di rumah 11 bulan. Di saat anak lain sudah tak memakai popok pada usia empat tahun, anak semata wayang kami masih menggunakannya hingga usia lima tahun.

Suatu kali si kecil tidak mau minum dari botol dot susunya lagi. Karena malu ditertawakan temannya yang main ke rumah. Setelah itu, minum susu pun berganti dengan menggunakan gelas. Semua ada masa yang harus dilewati melalui belajar dari orang di sekitarnya.

Baca juga : Kado Terbaik untuk Ayah yang Melindungi Keluarga Sepenuh Hati

Kami percaya anak-anak akan belajar mandiri dari apa yang dilihat dan rasakan, dari pengalamannya sendiri. Dia akan bertindak berdasarkan usianya. Sebagai Ayah dan Ibunya, ya menikmati proses dalam mendampinginya.

Untuk banyak hal, anak tidak perlu dipaksa bisa melakukannya sendiri. Apalagi kalau usianya masih terlalu dini. Bayangkan aja, kalau anak dua atau tiga tahun sudah disuruh pakai baju sendiri. Lalu, dipaksa harus bisa cebok sendiri, padahal mereka memang belum bisa. Mereka masih butuh belaian tangan kedua orang tuanya. Ayahblogger termasuk yang sering terlibat dalam urusan nyebokin anak ini.

Tidak perlu ada pemaksaan agar anakku cepat besar dan melakukan sesuatu sendiri. Kalau si kecil terus dibimbing dan diberi contoh, dia akan menirunya dan bisa belajar mengatasi banyak masalah belajar dari orang tuanya. Sekali lagi, jangan terlalu cepat menjadi anak mandiri ya sayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *