Amin, Amin dapat Lima Ribu… Kisah Anak Dapat Uang dari Orang Meninggal

uang dari orang meninggal

Suatu hari itu, Arden sangat senang pulang ke rumah, dia dapat lima ribu rupiah dan ternyata uang dari orang meninggal. Pantesan kalau ada kabar duka dari toa masjid, dia segera keluar rumah dan menuju kuburan.

Arden : Assalamualikum… bu, ade baru amin amin dapat lima ribu.
Ibu : Amin amin dimana?
Arden : Itu loh bu, tetangga yang disana meninggal. Terus ada doa. Ade sama teman-teman ke sana. Bilang we, Amin… Amin…
Ibu : Doa buat orang meninggal?
Arden : Iya bu. Amin amin dapat lima ribu.
Ibu : Mana uangnya?
Arden : Tinggal dua ribu bu. Ini mah kan uang Ade hasil amin… amin…
Ayah : Besok amin… amin… dimana?
Arden : Atuh ya, nanti tunggu kalo udah waktunya… Kan semua meninggal pada waktunya.
Ayah : 😅😅😅😅

Dia menambahkan cerita kalau, teman-temannya yang lain juga ikut mengantri setelah berdoa, agar diberikan uang. Jumlah uangnya biasanya lima ribu sampai sepuluh ribu rupiah per anak. Tergantung besar atau kecil tubuh si anak.

Baca juga: Cepat Sembuh Jagoanku, Ketika Ayah Khawatir Anaknya Sakit

Tidak Lupa Mengajarinya tentang Empati Biar Tidak Berharap Uang dari Orang Meninggal Terus

Menyadari Arden suka ikut antri ketika diumumkan ada seorang tetangga yang meningal dunia. Mau tak mau dia juga diajari empati kepada keluarga meninggal. Biar enggak terus-terusan ngarep dapat uang dikuburan.

  • Caranya mengajarinya empati itu dengan bercerita beberapa hal, misalnya:
  • Memberi dia pemahaman kalau setiap orang akan meninggal dunia.
  • Ngasih tahu  kalau Keluarga duka menanggung kesedihan yang tidak bisa dirasakan orang lain.
  • Kalau ada orang meninggal, terutama keluarga teman bermain, sebaiknya mengatakan, “sabar ya” kepada anggota keluarga biar tidak terus bersedih.
  • Dia juga diajarkan kalau kematian seseorang itu membuat anggota keluarganya harus mengeluarkan uang, seperti biasa beli pemakaman dan wiridnya. jadi kalau dia ikut mengantri berarti menanggung beban keluarga yang sedang berduka.
  • Kalau pun dia ikut mengantri, memberinya pengertian kalau ada orang meninggal bukan ajang aji mumpung untuk memperoleh uang.

Baca juga: Ucapan Ulang Tahun untuk Ibu dan Menantinya untuk Pulang

Perlahan anak kecil mulai mengerti harus berempati kepada keluarga orang yang meninggal. Dia selalu menunjukkan rasa duka, apalagi kalau yang meninggal orang tua teman mainnya. Suatu kali dia pulang ke rumah, kalau Ayah si Joan meninggal dan sudah bilang “Sabar ya” dan turut berdoa.

Saat ditanya, “masih ngarep dikasih uang enggak?” Dia pun menjawab, “Aku enggak ngarep, cuma ya dikasih uang, masa ditolak yah?”

Comments

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *