Aku Tidak Pintar Seperti Teman Sekelasku Harry Potter

Aku Tidak Pintar Seperti Teman Sekelasku Harry Potter

Obrolan tentang sekolah Arden bagi Ayah dan Ibu penting sekali, biar tahu dia di sana main atau belajar sungguhan, termasuk tentang dia tidak pintar seperti Teman sekelasnya.

Ibu: Gimana sekolah hari ini?
Arden: Belajar gitu kayak Ayah pas SD.
Ibu: Eh Ibu mana tahu Ayah Pas SD gimana.
Arden: Belajar ekskul tadi. Silat gitu.
Ayah: Ayah dengar ada penghafal surat pendek ya?
Arden: Iya yah. Itu buat yang hafalannya kelebihan. Kalo Ade kan pas-pasan aja.
Ayah: Ga papa. Ga bagus juga katanya melakukan sesuatu berlebihan.
Arden: Tapi si Harry Potter pinter tahu ya… Hafalannya sampe 20 surat.
Ayah: Emang kamu mau jadi penghafal quran juga?
Arden: Enggak ah. Ade kan pintar di pelajaran lain. Ga mau sama dong sama Harry.
Ayah: Kamu pintar apaan emang?
Arden: Ade pintar matematika, bercerita, sama apalagi ya…
Ayah: Sama pintar jajan kamu mah…
Arden: Ayah mah… Ade tahu kok Ade pintar juga. Pintar matematika.
Ayah: Nah. Jadilah dirimu sendiri. Ga usah ikutin pintarnya orang lain.
Arden: Iya yah. Jajan yuk…
Ayah: Anak pintar…

Baca juga: Andai Teman Bisa Dibeli

Harry Potter adalah nama rekaan. Arden sudah mengerti kalau ada temannya yang lebih pintar dibandingkan dirinya sendiri di sekolah. Bisa ini dan itu, pelajaran ini dan itu deh pokoknya. Tapi bagi Ayah Arden itu tak usah dipikirkan. Karena ya ngapain juga dipikirin🙂😅

Anak Tidak Pintar Seperti Teman Sekelasnya

Jauh-jauh hari sebelum Arden masuk SD, Ayahblogger dan ibunya sepat untuk tidak membandingkan dirinya, apalagi kalau ternyata dia tidak pintar seperti teman sekelasnya. Sekolah pun sengaja dicari yang tidak memiliki rangking kelas. Supaya dia merasa sekolah itu ya tok belajar sambil bermain saja. Bukan lomba pintar-pintaran.

Tetapi eh tetapi, seiring perjalanan waktu mengenyam bangku sekolahan, Arden mulai mengerti dan melihat kalau beberapa temannya pintar dalam belejar di sekolah. Ada beberapa anak yang disebutnya bisa mengerti banyak pelajaran, termasuk menghafal Alquran.

Sekolah anak, di sekolah alam Indonesia belajar pendidikan umum dan sekolah madrasah. Full day school dengan basis pendidikan Isam yang kuat. Menghafal Ayat Pendek menjadi bagian pelajaran sekolah. Syukurnya Arden bisa mengikutinya. Hingga saat ini dia bisa menghafal setidaknya 9 surat pendek.

Baca juga: Yah, Kata Ferdinan Merayakan Tahun Baru itu Haram

Sesungguhnya, Arden tidak pernah minder pula melihat temannya lebih pintar. Karena Arden sendiri sudah tahu kelebihan dirinya.

Beberapa hal yang sering ibunya katakan pada Arden, untuk tidak perlu pusing belajar di sekolah, jadilah anak baik biarkan pintar menyusul, dan berbuat bagi kepada siapa saja. Pelajaran akal budi, itulah yang lebih ditekankan pada diri Arden. Mudah-mudahan benaran jadi anak pintar kemudia hari kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *