Ketika Anak Memilih Seorang Sahabat

anak memilih seorang sahabat

Anak memilih seorang sahabat yang dipikirnya cocok untuk bermain dan dirasa tidak pernah jahat bagi dirinya. Secara alamiah, manusia memiliki keinginan untuk¬†mengobrol, bermain, bertukar pikiran, dan lain-lain. Manusia¬†membutuhkan orang lain untuk menopang keberadaannya dan memperoleh manfaat dari orang tersebut. Anak semata wayang saya pun begitu, dia mulai pilih-pilih sahabat. Keriterianya cukup dua hal saja, yaitu …

Tentang Warna Laki-Laki

tentang warna laki-laki

Aku mengernyitkan kening ketika anak lelakiku menolak dipakaikan baju pink, dia mulai terpengaruh tentang warna laki-laki. “Itu baju cewek, yah,” Sambil mengambil baju berwarna lain untuk dipakainya. Aku sendiri menghindari penyebutan warna untuk laki-laki dan perempuan. Karena efeknya jangka panjang. Tak tahu gradasi warna, itu yang kualami. Bahkan hijau dan biru, kuanggap aja warna biru. …

Karena Kamu Bukan Anak Sembarangan: Mengajari Anak Tidak Buang Sampah Seenaknya

mengajari anak tidak buang sampah sembarangan

Bagi saya mengajari anak tidak buang sampah seenak’e dewe dengan memberi contoh serta pengertian. Dari kecil, anak semata wayang Ayahblogger sudah belajar membuang sampah ya di tong sampah bukan di jalanan begitu. Tetapi acapkali anak itu sendiri akan heran, ternyata apa yang diajarkan padanya tidak berlaku pada semua orang. Apalagi dia melihat sendiri di depan …

Mengenalkan Pelakor Kepada Anak Kita

mengenalkan pelakor kepada anak

Sadarilah Ayah mengenalkan pelakor kepada anak itu sangat mudah, bahkan bisa dilakukan dari dalam rumah Anda. Saya menjadi berpikir kalau akses menonton acara sinetron, akses youtube yang ada acara tipinya, sama ngobrolin gosip harus dibatasi. Kalo bisa jangan ditonton. Karena sangat berpengaruh pada anak-anak. Contohnya anak saya. Arden : Ayah, pelakor teh apa? Ayah : …